Assalamualaikum Selamat datang di Blog Dunia Psikology created by Dellima

Experience Membantu Anak Pengidap ADHD dan OCD Part 2

Di Pagi hari setiba saya di Sekolah,Saya langsung menuju ke Ruangan saya untuk meletakkan Tas,terlihat si 'Y' salah satu siswi saya bukan yg mengidap ADHD dan OCD tetapi salah satu siswi yg juga memerlukan bimbingan dalam hal kendala belajar sudah menunggu saya dari tadi di depan ruangan saya, kebetulan si 'Y' memang masuk di sesi pembelajaran Ke -2 karena pada saat Zaman Covid ini masa pembelajaran masih bersifat PTM Terbatas ( Pertemuan tatap muka) dengan sistem terbatas yakni Jumlah siswa di bagi menjadi 2 dalam satu kelas ,dan di bagi jadwal kelas pagi dan kelas Siang,langsung saja saya ajak keruangan saya untuk di lakukan sesi konseling dan bimbingan dalam hal hambatannya dalam proses belajar mengajar.

Sebelum memulai konseling dan bimbingan saya selalu mengajarkan siswa/siswi saya untuk selalu membaca doa yg di baca oleh Nabi Musa di dalam Q.S Thaha ayat 25-28,ayat ini juga merupakan doa saya pribadi jika saya sedang ingin berbicara di hadapan Publik atau berhadapan dengan siswa siswi saya ,ayat ini sangat ampuh untuk membangkitkan kepercayaan diri dan tak lupa membaca doa agar diberikan ilmu dan pemahaman oleh Allah Subhanahuwataa'la

Selang beberapa jam saat saya memberikan bimbingan kepada "Y", si X dan mbaknya datang mengetuk Pintu Ruangan "Assalamualaikum , Ucapnya", Saya menjawab salamnya dan segera saya persilahkan masuk, sesi bimbingan dan konseling dengan si "Y" saya cukupkan karena konseling saya dengan si "X" bersifat Rahasia tidak bisa diketahui oleh Siswa/siswi lain maupun guru-guru lainnya.

Setelah si "Y" pergi keluar Ruangan tak lupa saya minta tolong kepadanya agar menutup pintu ruangan,saya mempersilahkan "X" dan mbaknya duduk, Saya pun membuka sesi konseling dengan menanyakan Kabar si "X" terlebih dahulu si "X " menjawab pelan "Baik buk" baru setelahnya saya tanyakan mbaknya tentang perilaku "X " dirumah setelah pertemuan pertama dengan saya kemarin, apakah sudah menunjukkan perubahan atau belum , Mbaknya bercerita karena sibuk untuk mengurus laporan skripsinya kebetulan mbak si X sedang kuliah dan dalam proses penyusunan Skripsi, jadi kurang fokus untuk memperhatikan adiknya dirumah tetapi dari keseluruhan belum ada perubahan yg berarti ucapnya, si "X" tetap mengurung diri dan fokus dengan dunianya sendiri, dan saran untuk memberikan si "X" Guru mengaji yg sudah saya sarankan kepada mama nya kemarin belum juga di panggil kerumahnya karena mamanya masih sibuk mengurus bisnisnya di Yogya, Saya pun bertanya tentang si "X" apakah dia sudah mulai mau sholat dirumah,mbaknya berkata belum juga. Saya mulai berganti bertanya kepada si "X" , dia hanya tertunduk,Saya sadar dalam kondisi begini mungkin si "X" akan merasa tersudutkan langsung saja saya cukupkan untuk bertanya dengan mbak si X dan mempersilahkannya untuk pulang dan memberitahukan untuk menjemput si X setelah dia Pulang sekolah nanti, dan membiarkan saya berdua dengan si X sebelum dia masuk ke kelasnya karena si "X " mendapatkan kelas siang untuk belajar,setelah mbak si X pamit pulang ,saya memulai konseling dengan X,X terlihat gugup dan cemas saya berkata kepada nya bahwa untuk berubah menjadi lebih baik memang membutuhkan proses,tidak mungkin berlangsung cepat ,saya pun menghiburnya dan memberinya kata -kata yg bisa membangkitkan motivasinya dan membahas tentang hobbynya ,saya menanyakan apa yg membuatnya menjadi fokus dengan dunia nya sendiri seperti yg di ceritakan mbaknya tadi,apa kegiatannya di rumah ,Si "X" menjawab dia menghabiskan waktu menonton Youtube , dan saya tanyakan apa yg dia tonton dan meminta detail judulnya dia bercerita anime dan dia menyebutkan judulnya ,ternyata judul Film yg dia sebutkan adalah genre Donghua bukan Anime untung saya sedikit tahu tentang film Donghua dan Anime jadi saya bisa membuka topik pembicaraan dengannya,Saya berkata kepadanya setelah dia menyebutkan judul Film yg dia tonton, Saya berkata kepadanya itu jenis Donghua yaa nak animasi china bukan Anime ,dia mulai terlihat bersemangat menjawab" iya benar buk, Ibu nonton juga katanya". saya menjawab" tidak nak,kebetulan ibu hanya tau sedikit tentang animasi Donghua ,bagus ya itu gambarnya lalu saya menanyakan detail film itu tentang apa, si X menceritakan jika itu tentang perjuangan Pahlawan dan dia berkata jika filmnya masih bersambung dan belum sempat dia tonton lagi ,oia judul film yg sering dia tonton itu berjudul Battle Through the Heavens  ,saya langsung mensearch di Google tentang Review film tersebut,ternyata film itu secara tidak langsung mirip-mirip dengan kisah si "X" bukan secara keseluruhan tapi berdasarkan analisa saya ada keterlibatan antara film itu dengan kehidupan dia di realita, Saya diam sejenak sambil tersenyum kearahnya dan berkata " Nak ,kamu ketika nonton Film Anime atau Donghua sering berimajinasi dan tenggelam dalam Film itu ya ,seolah -olah kamu berada di dunia berbeda ya ?" Si X menjawab " Iya buk benar" dia terlihat tersipu . Lalu saya berkata "oh iya wajar itu normal saja nak , berimajinasi itu baik asal jangan berlebihan dan sampai melupakan kehidupan di dunia nyata ,nanti kamu jadi sulit membedakan yg nyata dan khayalan, kamu gak mau kan di bilang Halu? ,si X menjawab " tidak buk"sambil menggeleng kepalanya. Saya bertanya berapa lama waktu yg kamu habiskan untuk menonton itu , dia menjawab " tidak tentu,karna filmnya bersambung, tapi biasanya seharian jika lapar atau mau buang air dia baru keluar kamar." Saya pun mulai mengarahkan dia untuk berfikir dalam perspektif yg berbeda terhadap kebiasaannya tersebut tanpa melakukan Judgment, " Nak ,kira-kira apa kamu tidak merasa pusing seharian nonton youtube buka laptop terus berganti lagi main hp " Dia menjawab "Iya buk kadang pusing sedikit" . Saya menambahkan "itu nak dampaknya jika sering kita bertatapan dengan Gadget kita ,mata kita akan lelah dan saraf kita di otak akan tegang mangkanya kamu merasa Pusing,obatnya itu dengan menghirup udara segar dan berjalan -jalan kecil nanti akan sembuh pusingnya , si "X" menjawab "males gerak buk" . Saya tersenyum kepada nya dan berkata "daripada  nanti sakitnya makin parah?, si X pun mulai mengangguk.

Saya tanyakan kepada X alasan dia tidak mau sholat,dia bertanya " Sholat nya sama siapa buk tidak ada orang dirumah" ,saya menjawab "oh jadi kamu Sholat mau bareng yg lain gtu ya?" Si X menjawab "Iya Buk"  ,Saya meneruskan" kemasjid nak,ada masjid kan dekat rumahmu?" ,X menjawab" ada buk tapi gak terlalu deket" ,Saya berkata kepadanya " Nah makin bagus dong pahalanya makin besar semakin jauh langkah yg kita gunakan untuk menuju Masjid itu di hitung Pahala Nak" ,Si X menjawab" Jika naik motor buk?" ,Saya tersenyum dan menjelaskan " Balasan pahala tergantung seberapa sulit cara kita menjemputnya bandingkan lebih mudah berjalan kaki apa naik motor?" X menjawab " Naik motor buk" jadi pahalanya lebih gede mana kalo misal naik motor lebih mudah dan jalan kaki lebih sulit ,X menjawab " Jalan kaki". nah yaudah jadi terserah kamu nak mau pilih yg mana asal tujuannya ke Masjid dan menunaikan Sholat yaa ,si X "menjawab iya buk". 

Saya kembali bertanya kepada "X" apakah dia sudah hafal surat Alfatiha ,Alhamdulillah ternyata dia sudah hafal ,karena pada saat pertemuan pertama kemarin dia tidak hafal sama sekali surat Al Fatiha , dan Aplikasi Alqur'an yg waktu itu saya minta dia untuk mendownload ternyata sudah dia download di hp nya ,Alhamdulillah batin saya dia mau menuruti permintaan saya. Saya sedikit lega saat mengetahui hal tersebut,saya bertanya tentang gerakan sholat apa dia bisa ,Dia menjawab tidak bisa, diruangan saya saya ajarkan dia untuk praktek sholat shubuh  , saya baru ajarkan gerakannya dan hanya bacaan2 yg singkat ,karena di rakaat pertama saya hanya meminta dia untuk cukup membaca Al Fatiha terlebih dahulu , Alhamdulillah si X tidak membantah saya sama sekali memang awalnya dia ragu-ragu untuk berdiri dan melakukan instruksi  saya ,tapi akhirnya dia coba dan turuti, saya hanya bisa membatin beginila akibat orang tua yg Broken Home dan sibuk korbannya adalah anak sampai pendidikan Agama yg sangat Vital terbengkalai,Padahal inilah faktor utama yg membentuk perilaku Anak.Saya sedih melihat kondisi X ,saya menahan air mata haru saya ketika saya mengajarkan si "X" untuk melakukan gerakan sholat, setelah selesai saya mengapresiasi kemauan dia untuk belajar dan tak lupa menyemangatinya untuk terus berusaha menjadi lebih baik ,dia tersenyum dan terlihat bahagia.tak terasa waktu bel masuk untuk sesi dua telah berbunyi, Saya mencukupkan sesi konseling pada hari itu dan mempersilahkan Si X untuk masuk dan belajar di kelasnya. Saya keluar lebih dahulu dari ruangan ,si X menutup Pintu Ruangan saya tanpa saya minta ,saya menoleh kearahnya dan tersenyum terimakasih ya nak". Si X masuk ke kelas nya ,saya menuju ke Kantor guru, dan mengambil segelas teh hangat ,saat saya duduk sambil menikmati teh hangat ,salah seorang guru mengajak saya bicara " Buk Della tadi kenapa si "X" dapet panggilan ya buk" ,Saya menjawab "Iya Ibu kenapa buk".  Guru itu menjelaskan jika saat jam pelajaran di kelasnya si "X" melakukan suatu keanehan saat sedang mengoreksi bergilir dan meminta siswa untuk membacakan soal dan menjawabnya dengan jawaban yg ada di buku temannya ,saat tiba giliran si "X" ,si "X" memberikan kode ke Guru tersebut jika dia tidak mau membaca nya,tetapi di paksa Guru tersebut dan akhirnya mau tetapi suaranya sangat kecil hampir tidak kedengaran, lalu guru tersebut melanjutkan jika saat praktek Hafalan ketika di suruh menjaga jarak karna saat itu guru tersebut sedang flu,si X malah mendekati dan menghampiri Guru tersebut sangat dekat dan seperti ingin membisikkan hafalannya tersebut ke guru tersebut. Saya yang mendengar cerita dari guru tersebut tertawa kecil dan berkata "Iya buk , si X memang bermasalah dengan kepercayaan dirinya ,makanya saya panggil agar dia bisa kembali Percaya diri, Insyaallah nanti dia akan berubah mohon bantu doakan juga ya buk ,dan mohon bersabar sebentar menghadapi perilakunya yang memang sedikit berbeda dari teman -temannya , Guru tersebut menjawab "Baikla buk semoga nanti dia ada perubahannya buk,karena susah jika dia seperti itu dikelas,menyulitkan kami yg mengajarnya di kelas buk." Saya menjawab"Iya saya paham buk, tetapi ya butuh proses ,sedang di usahakan insyaallah. Guru tersebut melanjutkan "Iya buk Del,saya izin masuk kelas dulu ya buk" ,Baik buk.

Saya  kembali bercerita -bercerita dengan guru guru yg lain yg ada di kantor mendengarkan keluhan-keluhan  mereka tentang kenakalan siswa yg lainnya. Alhamdulillah tidak seberat permasalahan si X yg mengalami ADHD dan OCD ini, yg masih menjadi Subjek Penelitian saya dan fokus penanganan saya. Bagaimana cerita di konseling berikutnya ..semoga ada perubahan yg lebih baik lagi dan Allah mudahkan proses penyembuhan X Amiin yarabbal A'lamin (To be Continue Part 3)

0 komentar:

Posting Komentar

Dunia Psikologi

By Dellima. Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Hello for All Person in The World

Assalamualaikum wr.wb ...Don't forget to always smile..Be Kind Person , Humble Person,Honestly Person and I hope you can enjoy and always happy for your activity,Don't forget to always grateful to Allah swt everyday .
Best Regards:Dellima

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Saya seorang yg memiliki background Pendidikan Psikologi,berkebangsaan Indonesia..Semua tulisan yg Saya muat di Blog Saya ini adalah hasil karya saya dengan bantuan Allah swt

Contact Us

Instagram : @dellima_della
Town City Palembang
wecareyoursoul.wordpress.com

Recent Posts