Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Segala Puji Syukur hanya pantas kita Panjatkan Kepada Allah Subhanahuwata a'la yg atas bimbingan dan karunianya lah Kami dapat kembali menuangkan tulisan pada Blog ini,untuk menshare sedikit Ilmu yg di curahkan Allah ArRasyid,Al-Alim yg Ilmu nya Allah meliputi segala sesuatu,kami yg hina ini hanya sebutir debu yg tidak berarti apa -apa tanpa bantuan Allah Azzawajala.
Allahuma Sholi A'la Sayyidina Muhammadin Wa a'la Alihi Wa Shobihi Wa Umatihi Aj'main serta Sholawat dan Salam semoga selalu tercurah Kepada Rasulullah Nabi Muhammad Shollallahu Alahiwassalam beserta Keluarganya,Para Sahabatnya dan Umatnya yg mengikutinya hingga Akhir Zaman.
Dan semoga Soulmate yg membaca Blog ini dan Kami Pribadi selalu di berikan Taufik dan Hidayah oleh Allah Subhanahu wa ta a'la agar kita selalu mendapat bimbingan menuju kehidupan yg lurus ,kehidupan yg selamat untuk menuju Kampung Kita yakni Akhirat Amiin Yarabbal A'lamin
Haii Soulmate ,Apa Kabar ..Alhamdulillah kali ini Kami akan membagikan Pengalaman Real yg nyata dalam membantu seorang anak yg mengidap ADHD dan OCD .
Berawal di Pagi Hari saat saya sedang melaksanakan kewajiban saya yakni berkeliling koridor Sekolah untuk mengecek Anak-anak yg bermasalah di Sekolah, Alhamdulillah saya mendapat Amanah menjadi Salah satu guru Bimbingan dan Konseling pada salah satu Sekolah, singkat cerita Seorang Perempuan yg sebaya dengan saya menghampiri Saya dengan Muka panik dan cukup tergesa - gesa dia berkata " Buk si "X" keadaannya Parah, boleh tidak dia Berkonsultasi dengan ibu untuk mengentaskan permasalahannya ."
Saya langsung mengajak dia Pergi keruangan Saya untuk menjelaskan Permasalahannya lebih rinci agar bisa dilakukan diagnosa permasalahan apa yg sebenarnya dialami anak ini.
Dia pun bercerita jika si "X" sering mengisolasi diri ( Antisosial) , Tantrum ( Yakni mengamuk/marah yg berlebih, suka seenaknya sendiri ,Tidak bisa fokus dan memperhatikan lawan bicara,jika di tanya akan berkata Tidak dan diam ,tidak mau di sentuh, tidak bisa melihat sesuatu benda yang ada padanya harus di singkirkan dari meja belajarnya hingga kosong,mengganti baju secara berulang, cuci tangan berulang, mengganti piring makan ketika ada yg tidak secara tak sengaja menyentuh piringnya. Dari semua gejala yg di sebutkan si Mbak tersebut bisa di tarik kesimpulan jika si Anak mengidap ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau lebih awamnya gangguan Pemusatan Perhatian dan sikap yg hiperaktif sulitnya kemampuan mengontrol diri dan emosi ,serta di tambah OCD ( Obssesive Compulsive Disorder ) Orang dengan OCD memiliki pikiran dan dorongan yang tidak dapat dikendalikan dan berulang (obsesi), serta perilaku (paksaan) kompulsif. Contoh perilaku kompulsif adalah mencuci tangan 7 kali setelah menyentuh sesuatu yang mungkin kotor.sama seperti kasus Si "X" yang sering mengganti Pakaian,mencuci tangan,atau mengganti perlengkapan Makan hanya karna habis tersentuh oleh orang lain, hal yg di lakukan si "X" karna ada kecemasan berulang di dalam pikirannya yg sulit di mengerti oleh orang awam hanya Orang yg Menderita OCD yg paham apa yg mereka rasakan. Si mbaknya bercerita jika Si "X"baru mengalami ini sejak dia Kls 6 SD ,dahulu si " X " tidak seperti ini.
Setelah mengetahui Anamnesa dari salah satu orang terdekatnya yakni mbaknya, saya tetap belum memastikan diagnosa saya ,saya masih harus meneliti lebih lanjut tentang Permasalahan yg dihadapi si Anak,setelah selesai Bercerita mbaknya meminta No Hp saya, karena Ibu si "X" meminta no saya untuk dia bisa bercerita lebih lanjut kebetulan Ibunya si "X" sedang berada di Yogyakarta Ibunya merupakan seorang Single Parent yg harus berjuang menafkahi anaknya dan juga seorang Wanita Karir yg sibuk mengurusi pekerjaan di Luar Kota,mungkin ini salah satu penyebab nya Kurang Perhatian dari Orang Tuanya sehingga si "X" menderita ADHD + OCD sekaligus,selesai memberi no HP si mbak pamit pulang ,saya pun tidak mau menerima informasi secara Bulat-bulat saya ingin membuktikan sendiri dan berdiskusi dengan si "X" secara langsung, saya pun langsung menuju ke Kelas dimana si "X" sedang mengikuti Pelajaran.
Saya meminta Izin kepada Guru Mata Pelajaran yg sedang mengajar di kelas tersebut agar "X" bisa berkonsultasi ke ruangan Saya. Setelah mendapat Izin ,saya langsung mengarahkan "X"agar mengikuti Saya ,Saya mendengar Celotehan si "X" dibelakang Saya seperti tidak suka "Kenapa saya di panggil" tapi tidak saya hiraukan sampai tiba di ruangan Saya persilahkan Si"X" masuk dan duduk.
Dia masih heran dan terlihat tidak suka karna di panggil , perlahan saya ajak dia berdiskusi dengan lembut dan penuh kesabaran, kunci menghadapi anak ADHD yakni bersikap tenang dan intonasi suara yg lemah lembut , jika anda keras maka dia akan berontak dan menyerang anda.
Baik saya jelaskan alasan saya memanggil dia,Saya berkata jika saya hanya ingin mengobrol, ternyata benar yg di katakan Mbaknya jika Si "X"hanya merespon Ya ,Tidak Tahu,Gak Tau ya begitula singkat padat jelas ,tetapi saya hanya tersenyum melihat responnya dan saya mulai mengajak dia untuk mengubah sudut pandang,jika dengan pertanyaan dia tidak akan menjawab maka saya teruskan dengan bercerita , yakni cerita tentang Adab -adab berkomunikasi menjelaskan tentang cara-cara berkomunikasi dengan lawan bicara agar merasa di hargai,ternyata dari cerita saya berhasil mengaktifkan rangsangan otaknya untuk mengajukan suatu pertanyaan terdengar suatu pertanyaan yg di tujukan dari si "X" dia berkata " Buk kalau misalnya saya memang benar -benar tidak tahu tentang sesuatu saya harus menjawab apa?" Dan saya balas dengan jawaban yg sering dia jawab terhadap lawan bicara yakni " Gak Tau" dengan meniru gaya yg dia lakukan ,lalu saya kembali mengajukan pertanyaan kepadanya dengan sedikit menyindirnya " Gimana rasanya X ketika kamu mengajukan pertanyaan dan hanya di respon begitu bagaimana perasaan mu enak atau tidak? Dia menjawab "Tidak enak".
Saya teruskan " Begitula nak ,jika kita ingin di hargai lawan bicara belajarla menghargai lawan bicara kita juga, respon setiap pertanyaan dengan baik dan sopan,jika memang tidak tahu jawaban bisa di jawab lebih sopan seperti " Saya tidak tahu tentang hal itu" dan jika memang suatu pertanyaan yg di ketahui jawabannya ya berikan la jawaban yg benar yg apa adanya jangan menutup diri mu nak, dan percakapan pun semakin hidup ,saya mulai bertanya tentang jumlah saudaranya , kehidupan keluarganya,aktifitas dia sehari -hari Alhamdulillah dia tidak lagi merespon dengan kalimat " gak tau" dan Si "X" Alhamdulillah beragama Islam, tetapi ternyata Ayahnya orang yg berbeda Agama yakni Budha, itula yg menyebabkan kedua orang tuanya berpisah, dan dia beserta Dua orang Saudaranya ikut Ibu nya semua, ketika saya bertanya di rumah sholat tidak? Dia menjawab tidak bisa, dan dia berkata jika dia tidak bisa sholat,tidak bisa mengaji bahkan tidak hafal surat , saya pun membatin inilah faktor Penyebab Utama si "X" mengidap ADHD dan OCD karna jauhnya dia dari Agama dan Tuhan.
Alhamdulillah inilah kesempatan saya untuk berdakwah, Saya pun pelan-pelan menjelaskan kepada Anak ini tentang Ke Maha Baikan Allah ,Bahwa saya ini hanya perantara dan yg bisa membuat nya menjadi berubah nanti adalah karna Allah,saya jelaskan tentang isi kandungan dalam Surat Al Fatiha,dan membimbing dia perlahan -lahan mengulangi ucapan saya satu ayat satu ayat, setelah satu ayat selesai saya jelaskan arti yg terkandung dalam setiap ayat,terlihat si X mengamati dengan penasaran dan terlihat sungguh -sungguh menghayati dan benar-benar tertarik,sampai pada Ayat ke 4 yakni tentang hari Pembalasan,saya jelaskan tentang surga dan Neraka ,Si X bertanya "bagaimana dengan Reinkarnasi buk? " saya menjelaskan ya Reinkarnasi itu terlahir kembali dalam Agama Islam Kita akan di bangkitkan lagi nanti setelah mati,Jika kita banyak berbuat baik maka kita akan masuk surga ,dan jika kita berbuat buruk maka akan masuk neraka ,Saya jelaskan tentang Apa itu Surga dan Neraka, Si X terlihat serius mendengarkan ,ketika saya tanya apakah dia sanggup menahan Siksa neraka ? Dia menjawab "tidak buk" sambil menggelengkan kepalanya, maka saya teruskan " Jika benar tidak ,maka kamu harus berubah jaga hubungan Baik antara Allah dan Manusia juga,tidak boleh membuat susah dan membuat sedih orang tua terutama ibu,kamu harus jadi anak yg penurut, tidak boleh sombong dan harus mau bersosialisasi dengan orang lain. Dia pun mulai mengajukan pertanyaan " Buk ,Jika saya jatuh di Parit ,Lalu teman saya menertawai saya itu gimana buk?
Mendengar pertanyaan yg terlontar darinya saya membatin lagi "mungkin ini juga salah satu faktor penyebabnya ,dia pernah mengalami Bullying.
Saya pun menjawab " Nah kalau seperti itu berarti tanda teman yg kurang baik,dia senang melihat temannya susah , teman yg baik harus merasa iba dan menolong jika temannya dalam kesulitan".
Si X meneruskan "Iya buk,habis di ketawain ,baru di tolong"
Saya menjawab lagi "oh kalau begitu ,temanmu baru tersadar jika perbuatannya yg tadi tidak baik, dan dia sadar jika dia harus menolongmu,wajar nak karena manusia ini di ikuti oleh setan dan malaikat jadi ada bisikan jahat dari setan dan ada bisikan baik dari malaikat,tergantung mana yg akan kita ikuti jika perbuatan buruk itu datangnya dari setan,dan jika yg baik datang dari malaikat.
Si X merasa puas dengan jawaban saya ,Oh begitu iya buk. Saya pun menjelaskan kepadanya Adab -adab berkomunikasi yakni biasakan tiga kalimat " Tolong,Maaf dan terimakasih". Ketika selesai saya menjelaskan di akhir penjelasan saya dia berkata "Terimakasih Buk Della" Alhamdulillah awal pertemuan yg baik,tapi belum dapat di pastikan perubahan perilakunya karna ADHD dan OCD lumayan sulit di sembuhkan harus melakukan konseling rutin dan beberapa terapi lagi,maka saya pun mencukupkan konseling pada hari itu ,dan menawarkan padanya untuk berjumpa lagi di esok harinya dan saya berjanji padanya untuk menceritakan kisah-kisah para Rasul, di akhir saya juga menganjurkan dia mendownload Aplikasi Al-Qur'an dan terjemahan di Hp nya,dia terlihat tertarik dan bertanya tentang caranya ,setelah saya menjelaskan saya suruh dia kembali ke kelasnya untuk kembali melanjutkan Jam Pelajaran yg berlangsung.
Saya pun ikut keluar dari Ruangan Saya pergi menuju ke Kantor Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas ,saya menanyakan perihal X dan tanggapan para Guru-guru yg lain ternyata ,guru-guru yg lain mengeluhkan tentang perilaku Si "X" tersebut,dan tentang hambatan -hambatan yg lain di kelas tentang cara X merespon pelajaran, Saya menjelaskan agar mereka bersabar,karna Saya Insyaallah sedang mengusahakan agar terjadi perubahan pada diri Si "X" .ada Guru yg keberatan jika si "X" tetap berada di Sekolah dan berniat memasukkan nama si "X"dalam daftar Rapat nanti agar si "X" tidak usah di naikkan kelas, Saya masih membela "X"dan meminta nya agar bersabar untuk menanti Perubahan yg akan "X" alami nanti Insyaallah.
Dringgg...trdengar suara ringtone Hp saya,ternyata telfon dari seseorang yg nomornya tidak tersave di hp saya,begitu saya angkat ternyata Ibu nya "X" ,bertanya tentang bagaimana tentang Anaknya,apa yg harus ia lakukan, Saya menyarankan ke Ibunya untuk memanggilkan guru Mengaji kerumahnya ,dan Alhamdulillah Respon yg Positif Ibu nya segera akan memanggilkan Guru Ngaji Private kerumahnya,Ibu nya meminta tolong agar anaknya benar -benar bisa berubah, Saya hanya bisa mengucapkan Insyaallah akan saya usahakan ,dan meminta ibunya agar terus mendoakan anaknya, dan Saya meminta agar pertemuan Konseling di laksanakan Rutin, sebelum dia melakukan pembelajaran di Kelas ,Ibunya pun menyanggupi bahwa nanti si X akan diantar oleh mbak ,karna Ibunya masih berada di Yogya belum bisa menemui saya, lalu setelah mengatur jadwal sesi Konseling yg saya jadwalkan di Pagi Hari sebelum dia memulai Kegiatan belajar di kelasnya,setelah kesepakatan kami Ibunya pun mengakhiri telfon,lalu saya pun kembali melanjutkan pekerjaan saya yg lain.
Hal apa yg akan terjadi di sesi Konseling berikutnya ...
( To Be Continue Part 2)
0 komentar:
Posting Komentar