Assalamualaikum Selamat datang di Blog Dunia Psikology created by Dellima

Experience Membantu Anak Pengidap ADHD dan OCD Part 3

Seperti rutinitas saya sebelumnya, Pagi ini saya mengecek kelas dan menanyakan anak -anak yg namanya masuk dalam daftar panggilan saya apakah masuk sekolah atau membolos kepada guru yg sedang mengajar di dalam kelas Alhamdulillah mereka semua masuk dan sedang belajar dengan semangat di kelasnya perasaan yg lega mengetahui hal tersebut.

Saya kembali menuju keruangan saya untuk mencatat perkembangan anak-anak tersebut di dalam skema saya , ketika saya menuju ruangan si Y ,siswa bimbingan saya menunggu saya seperti biasanya ,saya persilahkan Dia masuk,si Y memang sangat suka sekali untuk mengikuti bimbingan saya dia hampir tidak pernah absen selalu menunggu di depan ruangan saya lebih awal dari kedatangan saya,seperti biasa sebelum memulai bimbingan dan konseling saya selalu menganjurkan siswa/siswi saya untuk membaca Doa nya nabi Musa yg terdapat di dalam Q.S Thaha ayat 25-28 , dan membaca doa untuk meminta ilmu dan pemahaman dari Allah Azzawajala, saya selalu berpesan kepada siswa saya jika mereka melakukan kesalahan dalam proses bimbingan,atau kelupaan saya selalu menganjurkan mereka untuk beristigfar sampai mereka ingat sendiri baik itu hafalan atau materi yg sedang mereka pelajari,dan Alhamdulillah cara tersebut berhasil siswa/siswi saya bisa memperbaiki/mengingat tanpa perlu saya beritahu cukup mereka beristigfar sebanyak -banyaknya sampai mereka ingat sendiri Alhamdulillah berkat pertolongan dan izin Allah ,Allah mudahkan mereka dalam belajar.

Saat si Y sedang fokus pada hafalannya ,saya di depannya mengaji Al-Qur'an ,karena Saya percaya Al Qur'an mampu meningkatkan daya kerja Otak bagi yg membaca ataupun yg mendengarkan, ketika saya sedang asik membimbing Y , terdengar suara Salam "Assalamualaikum" dari arah dekat pintu ternyata si X dan mbaknya telah datang untuk melanjutkan konseling, Saya mengakhirkan bacaan AlQur'an saya dan menjawab Salamnya serta mencukupkan bimbingan saya dengan Y, saya mempersilahkan X dan mbaknya untuk duduk.

Saya menanyakan kabar keduanya dan menanyakan perkembangan X dirumahnya kepada Mbaknya, Alhamdulillah informasi yg baik yg saya terima , mbaknya berkata jika ada beberapa perubahan pada diri X jika dia yg awalnya bisa sering berganti baju sekarang sudah terlihat normal berganti baju 2 kali sehari setelah mandi, dan perlengkapan makan yg tadinya jika di sentuh dia tidak mau pakai lagi sekarang sudah tidak lagi, dan dia juga tidak sering untuk mencuci tangannya , dia sudah memanggil mbaknya dengan panggilan yg sopan yakni "mbakyu " bukan dengan sebutan nama lagi, dan sudah mulai mau membaur dengan keluarga ujarnya. Saya tidak sabar untuk mengetahui kenapa X bisa berubah secepat itu dan apa yg jadi penyebabnya , saya mencukupkan pertanyaan saya dengan mbak X dan mempersilahkan mbak X untuk pulang duluan karena X akan ikut konseling saya dan sesi pembelajaran tahap 2 yakni di jam siang,mbak X Mengucapkan terimakasih dan pamit pulang.

Saya melihat ke arah X dia terlihat ramah dan ekspresi bahagia dia tersenyum,tidak seperti biasanya, saya melihat keceriaan di dirinya. Saya berkata kepada X jika saya sangat senang melihat perubahan positif yg ada pada dirinya, saya tidak menduga jika perubahan nya akan terjadi begitu cepat ,setelah saya tanya apa saja aktifitasnya dirumah dia menjawab jika dia rutin mendengarkan Ayat Al-Qur'an yg ada di aplikasi setiap malam rutin sebelum tidur, Masyaallah Alhamdulillah benar firman Allah dalam Q.S Yunus ayat 57 jika Al Qur'an adalah obat bagi penyakit yg ada di dalam dada , saya sekali lagi di buat Takjub dengan kebesaran Allah yg membuat saya untuk selalu bersyukur dan memuji Allah dalam setiap keadaan.

Saya mengapresiasi Keajaiban yg terjadi pada diri X dan mengatakan kepadanya jangan tinggalkan aktifitas itu rutinkan terus sebelum tidur , dan saya menanyakan kepadanya apakah dia memulai sholat dia menjawab belum ,saya kecewa mendengar jawaban itu  ,tapi mungkin akan bertahap, setelah mendengar perubahan positif tersebut saya baru bisa memulai bimbingan dan konseling saya dengan X Terkait masalah pembelajaran di Sekolah karena Insyaallah hati X sudah bisa untuk menerima ilmu karena beberapa penyakitnya sudah hilang, yakni OCD  sudah sepenuhnya hilang jika mendengar cerita dari mbaknya, tapi belum tentu dengan ADHD nya , yg masih saya telaah lagi.

Pada bimbingan kali ini saya ingin mengajarkan X untuk bisa tampil lebih percaya diri karena saya teringat laporan salah satu guru jika dia ini bermasalah dengan kepercayaan dirinya di kelas, Saya meminta X untuk berdoa sebelum memulai bimbingan yakni Doa nya Nabi Musa Q.S Thaha ayat 25-28 saya menyuruhnya menadahkan tangan dengan posisi menunduk penuh khidmat dan mengikuti doa yg saya bacakan perlahan -lahan, dan sesudahnya mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya,  setelah selesai membaca doa , saya mengatakan jika Dia harus rutin membaca doa ini karena doa ini bisa membangkitkan rasa kepercayaan diri saya beritahu juga doa ini berada pada Q.S Thaha ayat 25-28 saya menyuruhnya membuka aplikasi Al-Qur'an di Hp nya, dia mengikuti instruksi saya dan mengamati dengan baik,saya tunjukan dan saya meminta dia untuk menghafalkannya ,X pun menyanggupinya, lalu saya teringat janji saya kepada nya untuk menceritakan kisah Para Nabi  maka saya ceritakan kisah Nabi Musa Alaihissalam , kenapa Nabi Musa berdoa seperti di ayat 25-28 saat Nabi Musa di utus kepada Fir'aun ,X berkata oia Fir'aun kayak pernah denger cerita di film , Saya menjawab " Iya tapi ini bukan kisah film nak ,ini kisah nyata" . X Terlihat sangat penasaran dan ingin mendengar kelanjutan cerita dari Saya, Saya berkata kepada X jika Nabi Musa memiliki sedikit kekurangan,yakni Lidahnya yg sedikit kaku dalam berkata -kata karena dahulu Ketika Nabi Musa Alaihissalam kecil dia pernah menelan Bara Api, jadi Lidahnya terbakar dan itulah kenapa didalam doanya Nabi Musa Alaihissalam meminta kepada Allah Subhanahuwata a'la untuk melepaskan kekakuan dari lidahnya, Saya pun memotivasi X lewat cerita Nabi Musa Alaihissalam tersebut bahwa tidak ada manusia yg sempurna jika Manusia selevel Nabi saja,Semulia Nabi Musa Alaihissalam saja punya kekurangan bagaimana dengan kita yg hanya manusia biasa ini,wajar jika banyak memiliki kekurangan saya meminta X agar lebih percaya diri dan tidak malu dengan kekurangan yg dirasa ada padanya ,X pun terlihat senang dan mengangguk ,X dari tatapan matanya berbeda terlihat lebih hidup dan berbinar terpancar Aura kepercayaan dirinya mulai bangkit ,dalam hati saya mendoakan X Insyaallah semoga X di kelas tidak menjadi anak yg murung dan pemalu serta Anti Sosial lagi serta tidak menyulitkan guru -guru yg mengajarinya di kelas ,sedang asyik saya bercerita dengan X, ada guru piket yg mengetuk pintu ruangan saya, saya membuka pintu dan menemuinya di luar , guru tersebut meminta tolong kepada saya untuk menggantikan wali kelas yg sedang berhalangan hadir untuk menemui orang tua siswa yg mendapat panggilan wali kelas dan sekarang berada di ruang TU, Saya mengucapkan terimakasih kepada guru tersebut dan meminta Beliau menyampaikan kepada orang tua siswa tersebut untuk  menunggu saya sebentar dan akan segera saya temui Beliau, Saya kembali lagi kedalam ruangan saya untuk mengambil Pulpen dan Buku Tamu saya serta berkata kepada X untuk menunggu Saya diruangan karena saya kedatangan tamu dan harus saya temui, saya pun meninggalkan X di ruangan saya sendirian dan langsung menemui Orang Tua Siswa tersebut di ruang TU.

Saya telah menemui Orang tua Siswa dan saya memberikan konseling berlangsung cukup lama, hingga saya lupa jika tadi saya menyuruh X menunggu  di ruangan saya sendirian setelah konseling dengan Orang Tua Siswa tersebut selesai saya baru teringat ,Oia X ,Saya merasa bersalah meninggalkannya lama diruangan sendirian, ketika saya cek ruangan saya  ternyata dia sudah tidak ada di ruangan, Mungkin dia sudah masuk ke kelasnya karena memang Sesi 2 telah di mulai, dan Alhamdulillah X memang sedang belajar di kelasnya,Hal menarik apalagi yang akan terjadi pada Sesi Konseling berikutnya, dan adakah perkembangan X  dalam kegiatan belajar di kelasnya akan saya tanyakan pendapat dari guru -gurunya yang mengajar di kelasnya ( To Be Continue Part 4)

0 komentar:

Posting Komentar

Dunia Psikologi

By Dellima. Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Hello for All Person in The World

Assalamualaikum wr.wb ...Don't forget to always smile..Be Kind Person , Humble Person,Honestly Person and I hope you can enjoy and always happy for your activity,Don't forget to always grateful to Allah swt everyday .
Best Regards:Dellima

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Saya seorang yg memiliki background Pendidikan Psikologi,berkebangsaan Indonesia..Semua tulisan yg Saya muat di Blog Saya ini adalah hasil karya saya dengan bantuan Allah swt

Contact Us

Instagram : @dellima_della
Town City Palembang
wecareyoursoul.wordpress.com

Recent Posts