Assalamualaikum Selamat datang di Blog Dunia Psikology created by Dellima

Experience Membantu Anak Pengidap ADHD dan OCD Part 2

Di Pagi hari setiba saya di Sekolah,Saya langsung menuju ke Ruangan saya untuk meletakkan Tas,terlihat si 'Y' salah satu siswi saya bukan yg mengidap ADHD dan OCD tetapi salah satu siswi yg juga memerlukan bimbingan dalam hal kendala belajar sudah menunggu saya dari tadi di depan ruangan saya, kebetulan si 'Y' memang masuk di sesi pembelajaran Ke -2 karena pada saat Zaman Covid ini masa pembelajaran masih bersifat PTM Terbatas ( Pertemuan tatap muka) dengan sistem terbatas yakni Jumlah siswa di bagi menjadi 2 dalam satu kelas ,dan di bagi jadwal kelas pagi dan kelas Siang,langsung saja saya ajak keruangan saya untuk di lakukan sesi konseling dan bimbingan dalam hal hambatannya dalam proses belajar mengajar.

Sebelum memulai konseling dan bimbingan saya selalu mengajarkan siswa/siswi saya untuk selalu membaca doa yg di baca oleh Nabi Musa di dalam Q.S Thaha ayat 25-28,ayat ini juga merupakan doa saya pribadi jika saya sedang ingin berbicara di hadapan Publik atau berhadapan dengan siswa siswi saya ,ayat ini sangat ampuh untuk membangkitkan kepercayaan diri dan tak lupa membaca doa agar diberikan ilmu dan pemahaman oleh Allah Subhanahuwataa'la

Selang beberapa jam saat saya memberikan bimbingan kepada "Y", si X dan mbaknya datang mengetuk Pintu Ruangan "Assalamualaikum , Ucapnya", Saya menjawab salamnya dan segera saya persilahkan masuk, sesi bimbingan dan konseling dengan si "Y" saya cukupkan karena konseling saya dengan si "X" bersifat Rahasia tidak bisa diketahui oleh Siswa/siswi lain maupun guru-guru lainnya.

Setelah si "Y" pergi keluar Ruangan tak lupa saya minta tolong kepadanya agar menutup pintu ruangan,saya mempersilahkan "X" dan mbaknya duduk, Saya pun membuka sesi konseling dengan menanyakan Kabar si "X" terlebih dahulu si "X " menjawab pelan "Baik buk" baru setelahnya saya tanyakan mbaknya tentang perilaku "X " dirumah setelah pertemuan pertama dengan saya kemarin, apakah sudah menunjukkan perubahan atau belum , Mbaknya bercerita karena sibuk untuk mengurus laporan skripsinya kebetulan mbak si X sedang kuliah dan dalam proses penyusunan Skripsi, jadi kurang fokus untuk memperhatikan adiknya dirumah tetapi dari keseluruhan belum ada perubahan yg berarti ucapnya, si "X" tetap mengurung diri dan fokus dengan dunianya sendiri, dan saran untuk memberikan si "X" Guru mengaji yg sudah saya sarankan kepada mama nya kemarin belum juga di panggil kerumahnya karena mamanya masih sibuk mengurus bisnisnya di Yogya, Saya pun bertanya tentang si "X" apakah dia sudah mulai mau sholat dirumah,mbaknya berkata belum juga. Saya mulai berganti bertanya kepada si "X" , dia hanya tertunduk,Saya sadar dalam kondisi begini mungkin si "X" akan merasa tersudutkan langsung saja saya cukupkan untuk bertanya dengan mbak si X dan mempersilahkannya untuk pulang dan memberitahukan untuk menjemput si X setelah dia Pulang sekolah nanti, dan membiarkan saya berdua dengan si X sebelum dia masuk ke kelasnya karena si "X " mendapatkan kelas siang untuk belajar,setelah mbak si X pamit pulang ,saya memulai konseling dengan X,X terlihat gugup dan cemas saya berkata kepada nya bahwa untuk berubah menjadi lebih baik memang membutuhkan proses,tidak mungkin berlangsung cepat ,saya pun menghiburnya dan memberinya kata -kata yg bisa membangkitkan motivasinya dan membahas tentang hobbynya ,saya menanyakan apa yg membuatnya menjadi fokus dengan dunia nya sendiri seperti yg di ceritakan mbaknya tadi,apa kegiatannya di rumah ,Si "X" menjawab dia menghabiskan waktu menonton Youtube , dan saya tanyakan apa yg dia tonton dan meminta detail judulnya dia bercerita anime dan dia menyebutkan judulnya ,ternyata judul Film yg dia sebutkan adalah genre Donghua bukan Anime untung saya sedikit tahu tentang film Donghua dan Anime jadi saya bisa membuka topik pembicaraan dengannya,Saya berkata kepadanya setelah dia menyebutkan judul Film yg dia tonton, Saya berkata kepadanya itu jenis Donghua yaa nak animasi china bukan Anime ,dia mulai terlihat bersemangat menjawab" iya benar buk, Ibu nonton juga katanya". saya menjawab" tidak nak,kebetulan ibu hanya tau sedikit tentang animasi Donghua ,bagus ya itu gambarnya lalu saya menanyakan detail film itu tentang apa, si X menceritakan jika itu tentang perjuangan Pahlawan dan dia berkata jika filmnya masih bersambung dan belum sempat dia tonton lagi ,oia judul film yg sering dia tonton itu berjudul Battle Through the Heavens  ,saya langsung mensearch di Google tentang Review film tersebut,ternyata film itu secara tidak langsung mirip-mirip dengan kisah si "X" bukan secara keseluruhan tapi berdasarkan analisa saya ada keterlibatan antara film itu dengan kehidupan dia di realita, Saya diam sejenak sambil tersenyum kearahnya dan berkata " Nak ,kamu ketika nonton Film Anime atau Donghua sering berimajinasi dan tenggelam dalam Film itu ya ,seolah -olah kamu berada di dunia berbeda ya ?" Si X menjawab " Iya buk benar" dia terlihat tersipu . Lalu saya berkata "oh iya wajar itu normal saja nak , berimajinasi itu baik asal jangan berlebihan dan sampai melupakan kehidupan di dunia nyata ,nanti kamu jadi sulit membedakan yg nyata dan khayalan, kamu gak mau kan di bilang Halu? ,si X menjawab " tidak buk"sambil menggeleng kepalanya. Saya bertanya berapa lama waktu yg kamu habiskan untuk menonton itu , dia menjawab " tidak tentu,karna filmnya bersambung, tapi biasanya seharian jika lapar atau mau buang air dia baru keluar kamar." Saya pun mulai mengarahkan dia untuk berfikir dalam perspektif yg berbeda terhadap kebiasaannya tersebut tanpa melakukan Judgment, " Nak ,kira-kira apa kamu tidak merasa pusing seharian nonton youtube buka laptop terus berganti lagi main hp " Dia menjawab "Iya buk kadang pusing sedikit" . Saya menambahkan "itu nak dampaknya jika sering kita bertatapan dengan Gadget kita ,mata kita akan lelah dan saraf kita di otak akan tegang mangkanya kamu merasa Pusing,obatnya itu dengan menghirup udara segar dan berjalan -jalan kecil nanti akan sembuh pusingnya , si "X" menjawab "males gerak buk" . Saya tersenyum kepada nya dan berkata "daripada  nanti sakitnya makin parah?, si X pun mulai mengangguk.

Saya tanyakan kepada X alasan dia tidak mau sholat,dia bertanya " Sholat nya sama siapa buk tidak ada orang dirumah" ,saya menjawab "oh jadi kamu Sholat mau bareng yg lain gtu ya?" Si X menjawab "Iya Buk"  ,Saya meneruskan" kemasjid nak,ada masjid kan dekat rumahmu?" ,X menjawab" ada buk tapi gak terlalu deket" ,Saya berkata kepadanya " Nah makin bagus dong pahalanya makin besar semakin jauh langkah yg kita gunakan untuk menuju Masjid itu di hitung Pahala Nak" ,Si X menjawab" Jika naik motor buk?" ,Saya tersenyum dan menjelaskan " Balasan pahala tergantung seberapa sulit cara kita menjemputnya bandingkan lebih mudah berjalan kaki apa naik motor?" X menjawab " Naik motor buk" jadi pahalanya lebih gede mana kalo misal naik motor lebih mudah dan jalan kaki lebih sulit ,X menjawab " Jalan kaki". nah yaudah jadi terserah kamu nak mau pilih yg mana asal tujuannya ke Masjid dan menunaikan Sholat yaa ,si X "menjawab iya buk". 

Saya kembali bertanya kepada "X" apakah dia sudah hafal surat Alfatiha ,Alhamdulillah ternyata dia sudah hafal ,karena pada saat pertemuan pertama kemarin dia tidak hafal sama sekali surat Al Fatiha , dan Aplikasi Alqur'an yg waktu itu saya minta dia untuk mendownload ternyata sudah dia download di hp nya ,Alhamdulillah batin saya dia mau menuruti permintaan saya. Saya sedikit lega saat mengetahui hal tersebut,saya bertanya tentang gerakan sholat apa dia bisa ,Dia menjawab tidak bisa, diruangan saya saya ajarkan dia untuk praktek sholat shubuh  , saya baru ajarkan gerakannya dan hanya bacaan2 yg singkat ,karena di rakaat pertama saya hanya meminta dia untuk cukup membaca Al Fatiha terlebih dahulu , Alhamdulillah si X tidak membantah saya sama sekali memang awalnya dia ragu-ragu untuk berdiri dan melakukan instruksi  saya ,tapi akhirnya dia coba dan turuti, saya hanya bisa membatin beginila akibat orang tua yg Broken Home dan sibuk korbannya adalah anak sampai pendidikan Agama yg sangat Vital terbengkalai,Padahal inilah faktor utama yg membentuk perilaku Anak.Saya sedih melihat kondisi X ,saya menahan air mata haru saya ketika saya mengajarkan si "X" untuk melakukan gerakan sholat, setelah selesai saya mengapresiasi kemauan dia untuk belajar dan tak lupa menyemangatinya untuk terus berusaha menjadi lebih baik ,dia tersenyum dan terlihat bahagia.tak terasa waktu bel masuk untuk sesi dua telah berbunyi, Saya mencukupkan sesi konseling pada hari itu dan mempersilahkan Si X untuk masuk dan belajar di kelasnya. Saya keluar lebih dahulu dari ruangan ,si X menutup Pintu Ruangan saya tanpa saya minta ,saya menoleh kearahnya dan tersenyum terimakasih ya nak". Si X masuk ke kelas nya ,saya menuju ke Kantor guru, dan mengambil segelas teh hangat ,saat saya duduk sambil menikmati teh hangat ,salah seorang guru mengajak saya bicara " Buk Della tadi kenapa si "X" dapet panggilan ya buk" ,Saya menjawab "Iya Ibu kenapa buk".  Guru itu menjelaskan jika saat jam pelajaran di kelasnya si "X" melakukan suatu keanehan saat sedang mengoreksi bergilir dan meminta siswa untuk membacakan soal dan menjawabnya dengan jawaban yg ada di buku temannya ,saat tiba giliran si "X" ,si "X" memberikan kode ke Guru tersebut jika dia tidak mau membaca nya,tetapi di paksa Guru tersebut dan akhirnya mau tetapi suaranya sangat kecil hampir tidak kedengaran, lalu guru tersebut melanjutkan jika saat praktek Hafalan ketika di suruh menjaga jarak karna saat itu guru tersebut sedang flu,si X malah mendekati dan menghampiri Guru tersebut sangat dekat dan seperti ingin membisikkan hafalannya tersebut ke guru tersebut. Saya yang mendengar cerita dari guru tersebut tertawa kecil dan berkata "Iya buk , si X memang bermasalah dengan kepercayaan dirinya ,makanya saya panggil agar dia bisa kembali Percaya diri, Insyaallah nanti dia akan berubah mohon bantu doakan juga ya buk ,dan mohon bersabar sebentar menghadapi perilakunya yang memang sedikit berbeda dari teman -temannya , Guru tersebut menjawab "Baikla buk semoga nanti dia ada perubahannya buk,karena susah jika dia seperti itu dikelas,menyulitkan kami yg mengajarnya di kelas buk." Saya menjawab"Iya saya paham buk, tetapi ya butuh proses ,sedang di usahakan insyaallah. Guru tersebut melanjutkan "Iya buk Del,saya izin masuk kelas dulu ya buk" ,Baik buk.

Saya  kembali bercerita -bercerita dengan guru guru yg lain yg ada di kantor mendengarkan keluhan-keluhan  mereka tentang kenakalan siswa yg lainnya. Alhamdulillah tidak seberat permasalahan si X yg mengalami ADHD dan OCD ini, yg masih menjadi Subjek Penelitian saya dan fokus penanganan saya. Bagaimana cerita di konseling berikutnya ..semoga ada perubahan yg lebih baik lagi dan Allah mudahkan proses penyembuhan X Amiin yarabbal A'lamin (To be Continue Part 3)

Experience Membantu Anak Pengidap ADHD dan OCD Part 1

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Segala Puji Syukur hanya pantas kita Panjatkan Kepada Allah Subhanahuwata a'la yg atas bimbingan dan karunianya lah Kami dapat kembali menuangkan tulisan pada Blog ini,untuk menshare sedikit Ilmu yg di curahkan Allah ArRasyid,Al-Alim yg Ilmu nya Allah meliputi segala sesuatu,kami yg hina ini hanya sebutir debu yg tidak berarti apa -apa tanpa bantuan Allah Azzawajala.

Allahuma Sholi A'la Sayyidina Muhammadin Wa a'la Alihi Wa Shobihi Wa Umatihi Aj'main serta Sholawat dan Salam semoga selalu tercurah Kepada Rasulullah Nabi Muhammad Shollallahu Alahiwassalam beserta Keluarganya,Para Sahabatnya dan Umatnya yg mengikutinya hingga Akhir Zaman.

Dan semoga Soulmate yg membaca Blog ini dan Kami Pribadi selalu di berikan Taufik dan Hidayah oleh  Allah Subhanahu wa ta a'la agar kita selalu mendapat bimbingan menuju kehidupan yg lurus ,kehidupan yg selamat untuk menuju Kampung Kita yakni Akhirat Amiin Yarabbal A'lamin

Haii Soulmate ,Apa Kabar ..Alhamdulillah kali ini Kami akan membagikan Pengalaman Real yg nyata dalam membantu seorang anak yg mengidap ADHD dan OCD .

Berawal di Pagi Hari saat saya sedang melaksanakan kewajiban saya yakni berkeliling koridor Sekolah untuk mengecek Anak-anak yg bermasalah di Sekolah, Alhamdulillah saya mendapat Amanah menjadi Salah satu guru Bimbingan dan Konseling pada salah satu Sekolah, singkat cerita Seorang Perempuan yg sebaya dengan saya menghampiri Saya dengan Muka panik dan cukup tergesa - gesa dia berkata " Buk si "X" keadaannya Parah, boleh tidak dia Berkonsultasi dengan ibu untuk mengentaskan permasalahannya ." 

Saya langsung mengajak dia Pergi keruangan Saya untuk menjelaskan Permasalahannya lebih rinci agar bisa dilakukan diagnosa permasalahan apa yg sebenarnya dialami anak ini.

Dia pun bercerita jika si "X" sering mengisolasi diri ( Antisosial) , Tantrum ( Yakni mengamuk/marah yg berlebih, suka seenaknya sendiri ,Tidak bisa fokus dan memperhatikan lawan bicara,jika di tanya akan berkata Tidak dan diam ,tidak mau di sentuh, tidak bisa melihat sesuatu benda yang ada padanya harus di singkirkan dari meja belajarnya hingga kosong,mengganti baju secara berulang, cuci tangan berulang, mengganti piring makan ketika ada yg tidak secara tak sengaja menyentuh piringnya. Dari semua gejala yg di sebutkan si Mbak tersebut bisa di tarik kesimpulan jika si Anak mengidap ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau lebih awamnya gangguan Pemusatan Perhatian dan sikap yg hiperaktif sulitnya kemampuan mengontrol diri dan emosi ,serta di tambah OCD ( Obssesive Compulsive Disorder ) Orang dengan OCD memiliki pikiran dan dorongan yang tidak dapat dikendalikan dan berulang (obsesi), serta perilaku (paksaan) kompulsif. Contoh perilaku kompulsif adalah mencuci tangan 7 kali setelah menyentuh sesuatu yang mungkin kotor.sama seperti kasus Si "X" yang sering mengganti Pakaian,mencuci tangan,atau mengganti perlengkapan Makan hanya karna habis tersentuh oleh orang lain, hal yg di lakukan si "X" karna ada kecemasan berulang di dalam pikirannya yg sulit di mengerti oleh orang awam hanya Orang yg Menderita OCD yg paham apa yg mereka rasakan. Si mbaknya bercerita jika Si "X"baru mengalami ini sejak dia Kls 6 SD ,dahulu si " X " tidak seperti ini.

Setelah mengetahui Anamnesa dari salah satu orang terdekatnya  yakni mbaknya, saya tetap belum memastikan diagnosa saya ,saya masih harus meneliti lebih lanjut tentang Permasalahan yg dihadapi si Anak,setelah selesai Bercerita mbaknya meminta No Hp saya, karena Ibu si "X" meminta no saya untuk dia bisa bercerita lebih lanjut kebetulan Ibunya si "X" sedang berada di Yogyakarta Ibunya merupakan seorang Single Parent yg harus berjuang menafkahi anaknya dan juga seorang Wanita Karir yg sibuk mengurusi pekerjaan di Luar Kota,mungkin ini salah satu penyebab nya Kurang Perhatian dari Orang Tuanya sehingga si "X" menderita ADHD + OCD sekaligus,selesai memberi no HP si mbak pamit pulang ,saya pun tidak mau menerima informasi secara Bulat-bulat saya ingin membuktikan sendiri dan berdiskusi dengan si "X" secara langsung, saya pun langsung menuju ke Kelas dimana si "X" sedang mengikuti Pelajaran.

Saya meminta Izin kepada Guru Mata Pelajaran yg sedang mengajar di kelas tersebut agar "X" bisa berkonsultasi ke ruangan Saya. Setelah mendapat Izin ,saya langsung  mengarahkan "X"agar mengikuti Saya ,Saya mendengar Celotehan si "X" dibelakang Saya seperti tidak suka "Kenapa saya di panggil" tapi tidak saya hiraukan sampai tiba di ruangan Saya persilahkan Si"X" masuk dan duduk.

Dia masih heran dan terlihat tidak suka karna di panggil , perlahan saya ajak dia berdiskusi dengan lembut dan penuh kesabaran, kunci menghadapi anak ADHD yakni bersikap tenang dan intonasi suara yg lemah lembut , jika anda keras maka dia akan berontak dan menyerang anda.

Baik saya jelaskan alasan saya memanggil dia,Saya berkata jika saya hanya ingin mengobrol, ternyata benar yg di katakan Mbaknya jika Si "X"hanya merespon Ya ,Tidak Tahu,Gak Tau  ya begitula singkat padat jelas ,tetapi saya hanya tersenyum melihat responnya dan saya mulai mengajak dia untuk mengubah sudut pandang,jika dengan pertanyaan dia tidak akan menjawab  maka saya teruskan dengan bercerita , yakni cerita tentang Adab -adab berkomunikasi menjelaskan tentang cara-cara berkomunikasi dengan lawan bicara agar merasa di hargai,ternyata dari cerita saya berhasil mengaktifkan rangsangan otaknya untuk mengajukan suatu pertanyaan terdengar suatu pertanyaan yg di tujukan dari si "X" dia berkata " Buk kalau misalnya saya memang benar -benar tidak tahu tentang sesuatu saya harus menjawab apa?" Dan saya balas dengan jawaban yg sering dia jawab terhadap lawan bicara yakni " Gak Tau" dengan meniru gaya yg dia lakukan ,lalu saya kembali mengajukan pertanyaan kepadanya dengan sedikit menyindirnya " Gimana rasanya X ketika kamu mengajukan pertanyaan  dan hanya di respon begitu bagaimana perasaan mu enak atau tidak? Dia menjawab "Tidak enak".

Saya teruskan " Begitula nak ,jika kita ingin di hargai lawan bicara belajarla menghargai lawan bicara kita juga, respon setiap pertanyaan dengan baik dan sopan,jika memang tidak tahu jawaban bisa di jawab lebih sopan seperti " Saya tidak tahu tentang hal itu" dan jika memang suatu pertanyaan yg di ketahui jawabannya ya berikan la jawaban yg benar yg apa adanya jangan menutup diri mu nak, dan percakapan pun semakin hidup ,saya mulai bertanya tentang jumlah saudaranya , kehidupan keluarganya,aktifitas dia sehari -hari Alhamdulillah dia tidak lagi merespon dengan kalimat " gak tau"  dan Si "X" Alhamdulillah beragama Islam, tetapi ternyata Ayahnya orang yg berbeda Agama yakni Budha, itula yg menyebabkan kedua orang tuanya berpisah, dan dia beserta Dua orang Saudaranya ikut Ibu nya semua,  ketika saya bertanya di rumah sholat tidak? Dia menjawab tidak bisa, dan dia berkata jika dia tidak bisa sholat,tidak bisa mengaji bahkan tidak hafal surat , saya pun membatin inilah faktor Penyebab Utama si "X" mengidap ADHD dan OCD karna jauhnya dia dari Agama dan Tuhan.

Alhamdulillah inilah kesempatan saya untuk berdakwah, Saya pun pelan-pelan menjelaskan kepada Anak ini tentang Ke Maha Baikan Allah ,Bahwa saya ini hanya perantara dan yg bisa membuat nya menjadi berubah nanti adalah karna Allah,saya jelaskan tentang isi kandungan dalam Surat Al Fatiha,dan membimbing dia perlahan -lahan mengulangi ucapan saya satu ayat satu ayat, setelah satu ayat selesai saya jelaskan arti yg terkandung dalam setiap ayat,terlihat si X mengamati dengan penasaran dan terlihat sungguh -sungguh menghayati dan benar-benar tertarik,sampai pada Ayat ke 4 yakni tentang hari Pembalasan,saya jelaskan tentang surga dan Neraka ,Si X bertanya "bagaimana dengan Reinkarnasi buk? " saya menjelaskan ya Reinkarnasi itu terlahir kembali dalam Agama Islam Kita akan di bangkitkan lagi nanti setelah mati,Jika kita banyak berbuat baik maka kita akan masuk surga ,dan jika kita berbuat buruk maka akan masuk neraka ,Saya jelaskan tentang Apa itu Surga dan Neraka, Si X terlihat serius mendengarkan ,ketika saya tanya apakah dia sanggup menahan Siksa neraka ? Dia menjawab "tidak buk" sambil menggelengkan kepalanya, maka saya teruskan " Jika benar tidak ,maka kamu harus berubah jaga hubungan Baik antara Allah dan Manusia juga,tidak boleh membuat susah dan membuat sedih orang tua terutama ibu,kamu harus jadi anak yg penurut, tidak boleh sombong dan harus mau bersosialisasi dengan orang lain. Dia pun mulai mengajukan pertanyaan " Buk ,Jika saya jatuh di Parit ,Lalu teman saya menertawai saya  itu gimana buk? 

Mendengar pertanyaan yg terlontar darinya saya membatin lagi "mungkin ini juga salah satu faktor penyebabnya ,dia pernah mengalami Bullying.

Saya pun menjawab " Nah kalau seperti itu berarti tanda teman yg kurang baik,dia senang melihat temannya susah , teman yg baik harus merasa iba dan menolong jika temannya dalam kesulitan".

Si X meneruskan "Iya buk,habis di ketawain ,baru di tolong"

Saya menjawab lagi "oh kalau begitu ,temanmu baru tersadar jika perbuatannya yg tadi tidak baik, dan dia sadar jika dia harus menolongmu,wajar nak karena manusia ini di ikuti oleh setan dan malaikat jadi ada bisikan jahat dari setan dan ada bisikan baik dari malaikat,tergantung mana yg akan kita ikuti jika perbuatan buruk itu datangnya dari setan,dan jika yg baik datang dari malaikat.

Si X merasa puas dengan jawaban saya ,Oh begitu iya buk. Saya pun menjelaskan kepadanya Adab -adab berkomunikasi yakni biasakan tiga kalimat " Tolong,Maaf dan terimakasih". Ketika selesai saya menjelaskan di akhir penjelasan saya dia berkata "Terimakasih Buk Della" Alhamdulillah awal pertemuan yg baik,tapi belum dapat di pastikan perubahan perilakunya karna ADHD dan OCD lumayan sulit di sembuhkan harus melakukan konseling rutin dan beberapa terapi lagi,maka saya pun mencukupkan konseling pada hari itu ,dan menawarkan padanya untuk berjumpa lagi di esok harinya dan saya berjanji padanya untuk menceritakan kisah-kisah para Rasul, di akhir saya juga menganjurkan dia mendownload Aplikasi Al-Qur'an dan terjemahan di Hp nya,dia terlihat tertarik dan bertanya tentang caranya ,setelah saya menjelaskan saya suruh dia kembali ke kelasnya  untuk kembali melanjutkan Jam Pelajaran yg berlangsung.

Saya pun ikut keluar dari Ruangan Saya pergi menuju ke Kantor Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas ,saya menanyakan perihal X dan tanggapan para Guru-guru yg lain ternyata ,guru-guru yg lain mengeluhkan tentang perilaku Si "X" tersebut,dan tentang hambatan -hambatan yg lain di kelas tentang cara X merespon pelajaran, Saya menjelaskan agar mereka bersabar,karna Saya Insyaallah sedang mengusahakan agar terjadi perubahan pada diri Si "X" .ada Guru yg keberatan jika si "X" tetap berada di Sekolah dan berniat memasukkan nama si "X"dalam daftar Rapat nanti agar si "X" tidak usah di naikkan kelas, Saya masih membela "X"dan meminta nya agar bersabar untuk menanti Perubahan yg akan "X" alami nanti Insyaallah.

Dringgg...trdengar suara ringtone Hp saya,ternyata telfon dari seseorang yg nomornya tidak tersave di hp saya,begitu saya angkat ternyata Ibu nya "X" ,bertanya tentang bagaimana tentang Anaknya,apa yg harus ia lakukan, Saya menyarankan ke Ibunya untuk memanggilkan guru Mengaji kerumahnya ,dan Alhamdulillah Respon yg Positif Ibu nya segera akan memanggilkan Guru Ngaji Private kerumahnya,Ibu nya meminta tolong agar anaknya benar -benar bisa berubah, Saya hanya bisa mengucapkan Insyaallah akan saya usahakan ,dan meminta ibunya agar terus mendoakan anaknya, dan Saya meminta agar pertemuan Konseling di laksanakan Rutin, sebelum dia melakukan pembelajaran di Kelas ,Ibunya pun menyanggupi bahwa nanti si X akan diantar oleh mbak ,karna Ibunya masih berada di Yogya belum bisa menemui saya, lalu setelah mengatur jadwal sesi Konseling yg saya jadwalkan di Pagi Hari sebelum dia memulai Kegiatan belajar di kelasnya,setelah kesepakatan kami Ibunya pun mengakhiri telfon,lalu saya pun kembali melanjutkan pekerjaan saya yg lain.

Hal apa yg akan terjadi di sesi Konseling berikutnya ...

 ( To Be Continue Part 2) 

Dunia Psikologi

By Dellima. Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Hello for All Person in The World

Assalamualaikum wr.wb ...Don't forget to always smile..Be Kind Person , Humble Person,Honestly Person and I hope you can enjoy and always happy for your activity,Don't forget to always grateful to Allah swt everyday .
Best Regards:Dellima

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Saya seorang yg memiliki background Pendidikan Psikologi,berkebangsaan Indonesia..Semua tulisan yg Saya muat di Blog Saya ini adalah hasil karya saya dengan bantuan Allah swt

Contact Us

Instagram : @dellima_della
Town City Palembang
wecareyoursoul.wordpress.com

Recent Posts